Pages

Minggu, 24 Maret 2019

AIR KEHIDUPAN

Gemuruhnya sangat menakutkan,
karena pertanda ia akan menghantam
dan menghancurkan semua yang ada di depannya,
ia akan sangat liar dari kelihatannya yang lemah gemulai,
bergerak perlahan namun pasti dan dipastikan,
merobek setiap sudut tersulit dalam satu ruang.

ia membentuk dirinya seperti ruang yang di lewatinya,
membersihkan isi ruang yang rapuh bahkan yang terkuat,
ternyata lembutmu menjadi bencana,
sekaligus anugerah,
hanya orang yang berfikir dapat berselancar,
dengan indah mengikuti arusmu,
bermain diatas hakekatmu yang gemulai.

Beningmu penawar dahaga,
keruhmu menjadi petaka.

SENANDUNG MALAM

kau bawa aku ke tepian,
kau bimbing aku ke arah kesunyian,
kau kabarkan makna sebuah keyakinan,
dan kau ajarkan aku untuk meraihnya,

Diatara riuh suara alam,
kau bawa aku ke puncak pemujaan,
kau dengungkan arti dari kehinaan,
demi mengajarkan makna keagungan,

Kau bisikkan kerinduan diantara kebencian,
kau tampakkan kepicikan,
kau terangkan tentang kedunguan,
lalu kau ajarkan kebijaksanaan.

Demi hak mu akan keikhlasan

#Salam

KATAR

Kedai kopi dalam pojok rindu
Menggugah makna mimpi
Dalam deru bising hati
Dengan secangkir kopi pahit

Demikianlah kau hadir dalam nyata
Bermain dalam rangkaian makna
Merajutnya dalam realita
Senikmat dan senyaman aroma kopi

Kamu adalah realita yang hanya bisa kunimati lewat kata dan aksara,
Diantara manis dan pahit secangkir kopi yang ku hirup.

#PojokSunyi
#KedaiKopi

KIDUNG

Kidung jingga di puncak ufuk, 
merah merona menebar pesona, 
meratap menjemput hening tak bertepi, 
berjalan meniti setiap makna yang bertebaran di alam, 
memahami setiap gerak, 
merengkuhnya dalam dekapan pengertian, 
menjadikannya pengalaman dalam menggapai ruang ruang cipta keakuan, 
semua yang tersirat menyeruak kepermukaan, 
menampilkan keakuan yang tersembunyi,
dalam relung relung qolbun salim yang hakiki, 
bergerak menuju ribuan simbol,
memilah dan memilih serta menyingkirkan,
sampah sampah yang bertebaran membungkus kesucian jiwa, 
jiwa yang tenang, 
jiwa yang di persilahkan menempati ruang jannati, 
jiwa yang selalu asik bercengkrama dengan penguasa semesta,
dalam skema masa yang dengannya penguasa semesta,
menjadikannya tumpuan keagungan baginya.

CINTA

Cinta itu begitu menawan,
Laksana kuasa yang selalu jadi tujuan, 
Merengkuhnya dalam dekap alam, 
Membutakan akal dan fikiran,

Indah dalam belenggu nafsu, 
Selalu menjadi tujuan untuk di kuasai,
Nafsu sering kali lupa,
Bahwa ada norma yang menjadi batasan,
Batasan untuk mengendalikan,

Cinta, 
sungguh kau telah menjadikan lena,
Terlena karena keranumanmu yang memukau,
Memukau jiwa-jiwa yang lemah iman,
Jiwa-jiwa yang hanya mementingkan pribadi,
Pribadi yang kering dengan makna-makna kemanusiaan,

#KepribadianGanda
#SalamRindu
#SalamKangen