Pages

Minggu, 24 Maret 2019

KIDUNG

Kidung jingga di puncak ufuk, 
merah merona menebar pesona, 
meratap menjemput hening tak bertepi, 
berjalan meniti setiap makna yang bertebaran di alam, 
memahami setiap gerak, 
merengkuhnya dalam dekapan pengertian, 
menjadikannya pengalaman dalam menggapai ruang ruang cipta keakuan, 
semua yang tersirat menyeruak kepermukaan, 
menampilkan keakuan yang tersembunyi,
dalam relung relung qolbun salim yang hakiki, 
bergerak menuju ribuan simbol,
memilah dan memilih serta menyingkirkan,
sampah sampah yang bertebaran membungkus kesucian jiwa, 
jiwa yang tenang, 
jiwa yang di persilahkan menempati ruang jannati, 
jiwa yang selalu asik bercengkrama dengan penguasa semesta,
dalam skema masa yang dengannya penguasa semesta,
menjadikannya tumpuan keagungan baginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar